Monday, March 24, 2014

B



Kerana tiada yang lebih indah dari gigihnya ombak yang tak pernah mahu berhenti mengucup pantai meski tiap kali ditarik pergi.

---------------------------------------------------

Someone shared a video of Sarah Kay reciting this beautiful poem of hers on Facebook
and I just fell in love at first heard.

Thursday, March 13, 2014

Sang Kiai





*azan*

Kamu Muslim?

Ya, kyai.

Bagaimana bisa kamu mengaku Muslim
kalau panggilan itu sama sekali tidak mengetuk-ngetuk kalbu?
Panggilan itu seharusnya menggugurkan segala kegiatan yang sedang kamu lakukan.
 
--------------------------------

Perempuan itu ibarat pakaian buat laki-laki -
menghangatkan ketika hujan, meneduhkan saat kemarau.

-------------------------------

Prasangka buruk itu tidak selalunya datang dari ingatan yang buruk
bisa jadi cuma kerana ketidaktahuan.

--------------------------------

Pesantren tidak boleh membebani biaya pada para santri. 

Sekarang *nama* baru faham kiai, mengapa kyai bertani dan berdagang.
Tapi kenapa kyai turun tangan sendiri menanam sawah kyai.
Kyai bisa saja menyuruh *nama* atau para santri yang lain untuk membantu di sawah.

Dengan membantu para petani kita bisa merasakan jerih payah mereka.
Dengan begitu kita bisa menghargai nasi yang kita makan.

---------------------------------



Dari tahun lepas tunggu 
tunggu filem Sang Kiai dimuatnaik ke Youtube
dan akhirnya :)


Monday, March 3, 2014

Kasut


Put yourself in one's shoes.
Bet that's one good idiom.

Kasut. 
Aku kira kasut tu perlambangan untuk 'hidup' yang boleh tahan sesuai. Lebih biasa dari tidak, kita selalu nampak orang pakai kasut begini begitu macam best je dan rasa apasal kasut kita macam tak best, macam susah nak jalan, macam tak selesa, macam-macam. Bet that's all about sensation and perception. Cewah, mentang-mentang ambil subjek Central Nervous System semester ni. 

Barangkali perception kita tak selari dengan sensation yang si owner kasut rasa. Sensation yang dia rasa, yang jarang sekali zahir pada mata kita.

Nampak macam lawa je kasut dia, lawa je bila dia jalan, kita tak tahu kalau-kalau ada blister kat kaki kanan dia. Nampak macam cun je kasut, kita tak tahu kalau-kalau tapak dia haus dan sebab tu dia pernah tergelincir jatuh. Nampak macam steady je kasut, kita tak tahu kalau-kalau tapak dia ada lubang dan tiap kali hujan, stokin dia basah. Nampak macam curvy elok je kasut dia, kita tak tahu kalau-kalau kaki dia sakit. Nampak macam selesa je kasut dia, kita tak tahu berapa dia spent untuk dapat kasut tu. 

Because everything has a price to pay. 
Just because we don't see the 'paying' process, doesn't mean it's FOC.

Tuhan tak pernah tak adil. 
Cuma saksamanya Dia ada masanya tak tercapai akal kita :)
------------------------------

Pergi usha tudung kat bilik member, sekali macam-macam ibrah pulak dapat.
Indeed, tarbiyyah dari Tuhan tu macam-macam format ada.
May us be hamba yang bersyukur dan hamba yang belajar from whatever tarbiyyah Allah hadirkan :)