Sunday, June 17, 2012

utuh

(Hanok Village, Jan 2012)
meski musim luruh, usah risau, tubuhku tak rapuh. sandarlah, sandarlah.


maaf.

rendah tona suara aku.
kalau suruh lantang cakap,
pintu peti suara aku tersekat.
tak pandai aku menyusun ucap,
bila ada ramai mata menatap.

sedikit kelam kelibut.
adakala kalut kalut.

maaf.

berdirinya aku
sering di balik kamu.

tapi percayalah, percaya

aku bisa ke depan berdiri
atau denganmu disisi
menghadapi
apa pun yang menanti

manusia kecil di belakang ini
takkan pernah biar kau jatuh
datang badai ribut,insha-Allah,
sini aku papah, sandarlah aku utuh
tanganku, genggamlah, bangun lagi

aku kan disitu. selalu.
meski segalanya.
jika Tuhan izin,
aku utuh.


sekadar ngiang suara hati dari jauh dalam telaga jiwa
satu manusia kecil disisi kanan seorang ketua
ah, guess the shoes are slightly too big
but the feet can grow aite...? ^^

harap tiada interpretasi ke kanan atau kiri
tiada intensi atau dedikasi, sekadar hamburan abjad
yang ku kempal kempalkan sampai jadi ayat
dengan setitis rasa.

2 comments:

myzara said...

aku percaya, tiada kebetulan terjadi di dunia.
dan ini pasti bukan kebetulan, sekali lagi, kita berbicara bahasa hati yang sama. =)

tiba-tiba nak ucap, uhibukki fillah.

*okay lari sembunyi di balik mana-mana*

khadijah said...

no wayy..haha
seolah ada synchrony.

:)



ps - uhibbuki fillah too